PENGARUH BAMBU PETUNG SEBAGAI TULANGAN PADA BETON GEOPOLIMER TERHADAP KUAT LENTUR

ADMIN 2025-07-25

Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil UNISNU: Balok Beton Geopolimer Bertulangan Bambu sebagai Material Ramah Lingkungan

Jepara – Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara tengah melaksanakan penelitian inovatif terkait pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada pembuatan balok beton geopolimer bertulangan bambu sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti beton konvensional.

Beton geopolimer yang digunakan dalam penelitian ini memanfaatkan abu terbang (fly ash), yaitu limbah hasil pembakaran batu bara, sebagai bahan pengikat pengganti semen. Proses pembuatannya dilakukan dengan penambahan larutan Natrium Silikat (Na?SiO?) dan Natrium Hidroksida (NaOH) untuk meningkatkan kekuatan ikat dan durabilitas material. Berbeda dengan beton konvensional yang berbasis semen, beton geopolimer sepenuhnya mengandalkan material geopolimer dengan agregat batuan.

Dalam penelitian ini, bambu petung berdiameter 6 mm digunakan sebagai tulangan pengganti baja. Pemilihan bambu didasarkan pada sifatnya yang ekonomis, ramah lingkungan, mudah didapat, serta memiliki kekuatan tarik yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi alternatif tulangan baja.

Penelitian dilakukan dengan membuat balok beton berukuran 15 x 15 x 60 cm, menggunakan komposisi 35% abu terbang sebagai bahan pengikat. Proses penelitian ini berlangsung selama 1,5 bulan, mencakup tahap persiapan bahan, pencetakan, perawatan, hingga pengujian laboratorium.

Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan material konstruksi ramah lingkungan, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan dalam memanfaatkan limbah industri dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan semen serta baja.

Chat Whatsapp